1. SHALAT SUNNAH WUDHU
Shalat sunat wudhu atau
yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu adalah shalat yang
dikerjakan setelah berwudhu. Tata cara pelaksanannya adalah:
a.
Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa:
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa
syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu
wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina
waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.
Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”
b.
Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah
wudhu 2 rakaat.
Niatnya:
Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”
Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”
c.
Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain
dengan ikhlas sampai salam.
d.
Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu
“Rasulullah berkata
kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua
sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan
selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya
sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari)
2. SHALAT TAUBAT
Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang
dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia
lakukan.Shalat taubat dilaksanakan dua raka'at dengan waktu yang bebas kecuali
pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia
bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu
memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan
kepadanya”.
Kemudian
beliau membaca ayat :
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji
atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari
pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)
Tata Cara Shalat Taubat
Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.
Niat shalat taubat:“Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”
Tata Cara Shalat Taubat
Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.
Niat shalat taubat:“Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”
Doanya:
“Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul
qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi
dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa.”
Artinya:
Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku
bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku
memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa,
yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk
mati atau hidup maupun bangkit nanti.
3. SHALAT DHUHA
Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang
dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika
matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh
pagi) hingga waktu dzuhur.Jumlah raka'at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12
raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.
Tata
Cara Shalat Dhuha
1. Pada
rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
2. Pada
rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
Niat shalat dhuha adalah:“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya:
Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.
Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:
"Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh
manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw
bersabda:
"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).
"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia
berkata:
"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata;
"Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh
yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat
kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa
yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha,
dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak
ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih
al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan
dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits
Nabi Muahammad saw:
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge."(Shahih al-Jami`: 634)
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge."(Shahih al-Jami`: 634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah
untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu
(ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:
"Innallaa
`azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at
ukfika bihinna akhira yaumika"
Artinya:
Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak
Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di
sore harimu
5. Pahala
Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).
6. Ampunan Dosa
"Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng,
akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di
lautan." (HR Tirmidzi)
4. SHALAT TAHAJUD
Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang
dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2
rakaat, 4, dan seterusnya.
a.
Pembagian Keutamaan Waktu
Shalat Tahajud
1. Sepertiga
malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
2. Sepertiga
kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3. Sepertiga
ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.
b.
Niat shalat tahajud : “Ushallii
sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya : “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”
Artinya : “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”
c.
Doa yang dibaca setelah shalat
tahajud:
“Rabbanaa aatina fid-dun-yaa
hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.”
Artinya:
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwaRasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:“Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwaRasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:“Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.”
Artinya:
Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi
dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay
langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu
adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu
adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya
Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami
kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum.
Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang
kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan
Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin.
Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”
d.
Setelah itu, perbanyaklah
membaca istigfar sebagai berikut
“Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih”
Artinya:
“Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih”
Artinya:
“Kami
memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”
e.
Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.”(HR Muslim)
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.”(HR Muslim)
Selain itu, Allah sendiri juga
berfirman: “Pada malam
hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau.
Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS
Al-Isra’: 79)
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada
malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk
memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan
memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR
Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
f.
Kiat Mudah Shalat
Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
1.
Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak
kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
2.
Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam,
dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
3.
Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri,
“Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa
yang aku lakukan.”
4.
Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail.
Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
5.
Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6.
Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling
membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
7.
Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya
program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
8.
Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah
kepadaNya.
5. SHALAT HAJAT
Shalat Hajat adalah
shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia
ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahSWT.
Shalat dilakukan minimal 2
raka'at dan maksimal 12 raka'at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini
dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk
melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat).
a.
Niat shalat hajat
“ Ushallii sunnatal
haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.”
Artinya:
Artinya:
“Aku
berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
b.
Doa Shalat Hajat
Setelah selesai shalat hajat,
lalu membaca istigfar.
Dalam kitab Tajul Jamil lil
ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat
istigfar yang biasa atau sebagai berikut:“Astagfirullaha
rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.”
Artinya:
Artinya:
“Aku memohon ampunan kepada
Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”
c.
Selesai membaca istigfar lalu
membaca shalawat nabi 100x, yakni:
“Allahuma shalli ‘alaa
sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.”
Artinya:
Artinya:
“Ya Allah, beri karunia kesejahteraan
atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah
daripada sahabat-sahabat sekalian.”
“Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”
Artinya:
“Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”
Artinya:
“Tidak ada Tuhan
melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan
pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian
alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu
yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.
Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan
tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak
pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai
Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allahmengabulkannya. Amin.
Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allahmengabulkannya. Amin.
d.
Keutamaan Shalat Hajat
Sabda Rasulullah:
"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat." (HR Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)
"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat." (HR Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi)
6. SHALAT SUNNAH TASBIH
Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang
di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300 kali.
Niat shalat tasbih:“Ushallii
sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya:
Artinya:
"Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena
Allah."
Tata Cara Shalat Tasbih
Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:
Tata Cara Shalat Tasbih
Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:
|
NO
|
Waktu
|
Jml. Tasbih
|
|
1
|
Setelah pembacaan surat al fatihah dan
surat pendek saat berdiri
|
15 kali
|
|
2
|
Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal
adzim...)
|
10 Kali
|
|
3
|
Setelah I'tidal
|
10 Kali
|
|
4
|
Setelah tasbih sujud pertama (Subhana
rabiyyal a'la...)
|
10 Kali
|
|
5
|
Setelah duduk diantara dua sujud
|
10 Kali
|
|
6
|
Setelah tasbih sujud kedua
|
10 Kali
|
|
7
|
Setelah duduk istirahat sebelum berdiri
(atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa)
|
10 Kali
|
|
Jumlah total satu raka'at
|
75
|
|
|
Jumlah total empat raka'at
|
4 X 75
= 300 kali |
7. SHALAT SUNNAH AWWABIN
Shalat sunat awwabin adalah shalat sunat yang
dikejakan selesai mengerjakan shalat sunat ba’da magrib, dilakukan sebanayak 2
sampai dengan 6 rakaat.
a.
Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut
Shalat 2 rakaat dengan niat:
Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa.
Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa.
Artinya:
“Aku
niat shalat dua rakaat sunat awwabin, karena Allah.
b.
Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah:
·
surat Al-Ikhlas 6x
·
surat Al-Falaq 1x
·
surat An-Naas 1x
begitupun
dengan rakaat kedua.
c.
Sehabis salam dua rakaat, maka shlat lagi 2 rakaat. Dan dibaca
pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surat yang
dikehendaki. Niatnya, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.
d.
Sesudah itu, berdiri lagi dengan niat sama seperti sebelumnya,
dilaksanakan 2 rakaat, dengan bacaan pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah,
bacalah surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua sesudah membaca Al-Fatihah bacalah
surat Al-Ikhlas.
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.”
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib"(hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).”
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.”
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib"(hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).”
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.
8. SOLAT SAFAR
Apabila seseorang hendak berpergian, sebelum meninggalkan rumah,
ia dianjurkan mengerjakan solat safar dua rakaat; demikian pula sesudah
tiba di rumah kembali.
Caranya sama dengan mengerjakan solat subuh, hanya niatnya
berlainan, yaitu berniat solat safar sunnat kerana Allah SWT. Selesai
solat berdoalah agar perjalanan diridhai, dimudahkan dan diselamatkan
Allah SWT. dalam perjalanan, baik pribadi, tugas maupun keluarga yang
ditinggalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar